Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2015


Beberapa hari terakhir ini perusahaan-perusahan telekomunikasi mulai gencar memasarkan produknya dengan embel-embel menggunakan layanan LTE, 4G atau 4G LTE. Mereka mengklaim kecepatan internet yang sangat cepat akan kita dapatkan ketika menggunakan jaringan ini. Sebagai konsumen tentu saja kita senang dengan hal ini, apalagi jika dibarengi dengan penurunan tarif. *ngarep

FYI, LTE merupakan singkatan dari Long-Term Evolution, umumnya lebih kita kenal dengan sebutan 4G. LTE pada dasarnya merupakan pengembangan dari teknologi jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA dengan penambahan kapasitas, kecepatan dan penggunaan frekuensi radio yang berbeda. Dalam pengembangannya LTE dikembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Partnertship Project).

Disebut-sebut memiliki kecepatan yang sangat cepat karena secara teoritis LTE memiliki downlink maksimal 300Mbps dan uplink maksimal 75Mbps. Karena 1 byte = 8 bit maka akan diperoleh kecepatan download dan upload maksimal 37,5 MB/s dan 9,375 MB/s. Dengan kecepatan seperti itu kita dapat men-download file berukuran 100MB hanya dalam 3 detik. Kemudian tak akan lebih dari 20 detik waktu yang diperlukan untuk meng-upload kembali file tersebut ke internet.

Di Indonesia tercatat sejumlah operator seluler belum lama ini telah meluncurkan layanan 4G LTE, diantaranya adalah Telkomsel, Indosat, dan XL. Namun sayangnya layanan ini belum mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Sementara ini 4G LTE hanya dapat dinikmati di beberapa kota-kota besar. Jadi ketika ingin menggunakan jaringan 4G LTE pastikan bahwa daerah kita merupakan daerah yang telah ter-cover. Selain itu pastikan pula bahwa perangkat yang kita gunakan telah mendukung layanan 4G LTE.

Dengan layanan 4G LTE diharapkan dapat mengatasi tingginya permintaan internet dengan kecepatan tinggi. Kemudian dengan seiring berjalanannya waktu kita berharap layanan ini dapat menjangkau seluruh pelosok dari Sabang sampai Merauke. Sehingga penduduk Indonesia dimanapun tempat tinggalnya dapat menikmati Internet berkecepatan tinggi layaknya di kota-kota besar. Amiin.


Oleh : Rizqy Nurhaqy

Posted by Unknown On 02.17 No comments READ FULL POST

Selasa, 07 Oktober 2014

Radang telinga?
Otitis Media atau yang biasa kita kenal dengan Congek adalah peradangan (inflamasi) pada telinga bagian tengah. Diduga penyebabnya adalah obstruksi tuba Eustachius dan sebab sekunder yaitu menurunnya imunokompetensi (kemampuan tubuh untuk kebal terhadap penyakit) yang berkaitan dengan adanya infeksi saluran napas atas dan alergi. Infeksi ini biasanya terjadi akibat kelakuan kita yang sering membersihkan telinga dengan cara yang tidak tepat, misalnya mengorek-ngorek telinga dengan benda tajam, sehingga menyebabkan telinga bagian tengah menjadi luka, kemudian beberapa bakteri dan virus dapat bersarang di sana. Dapat pula terjadi karena alegi terhadap cuaca yang mengakibatkan ingusan yang apabila tidak kita keluarkan dan dihirup lagi, akan menyebabkan beberapa bakteri yang dibawanya mampu melewati tuba Eustachius ini. Sistem kekebalan tubuh kita akan berusaha melawannya dan merelakan sel darah putih, sehingga terbentuklah nanah.

Streptococcus pneumonia, Hemophilus influenza, dan Moraxella catarrhalis merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit ini, selain bakteri Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Tetapi virus seperti respiratory syncytial virus, influenza virus, rhinovirus, adenovirus yang terisolasi di cairan telinga tengah dengan atau tanpa bakteri, tejadi lebih dari setengah dari kasus penyakit ini. Sehingga menyebabkan antibiotik sulit menangani keadaan ini.


Mengapa anak-anak lebih mudah terserang otitis media dibanding orang dewasa?
i)  Sistem kekebalan tubuh anak masih dalam perkembangan.
ii)  Saluran Eustachius pada anak lebih lurus secara horizontal dan lebih pendek sehingga ISPA
lebih mudah menyebar ke telinga tengah.
iii)  Adenoid (adenoid: salah satu organ di tenggorokan bagian atas yang berperan dalam kekebalan tubuh) pada anak relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Posisi adenoid berdekatan
dengan muara saluran Eustachius, sehingga adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya
saluran Eustachius. Selain itu adenoid sendiri dapat terinfeksi di mana infeksi tersebut
kemudian menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius.


Bagaimana gejalanya?
Secara umum, gejala Otitis Media dibagi berdasarkan jenisnya, dimana pada otitis media akut ditandai dengan gejala yang muncul cepat seperti: nyeri pada telinga, gangguan pendengaran, pusing, demam, gangguan keseimbangan, dan gelisah. Otitis efusi adalah penumpukan cairan di ruang telinga tengah tanpa gejala penyakit akut. Sedangkan otitis media kronik adalah infeksi menahun pada telinga tengah, terjadi akibat adanya lubang pada gendang telinga (perforasi). Nyeri jarang dijumpai pada otitis kronik, dan dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.

Apakah menular? Bagaimana caranya? Dan apa saja faktor resikonya?
Otitis media atau congek ini adalah salah satu penyakit menular dan oleh karena sebagian besar otitis media didahului oleh infeksi pernapasan atas, maka metode penularan adalah sama seperti pada infeksi pernapasan tersebut.
Adapun faktor resiko dari penyakit ini adalah sebagai berikut:
a. Abnormalitas anatomi: celah langit-langit mulut biasanya disebut dengan sumbing.
b. Musim dingin
c. Hipertropi adenoid (pembesaran tonsil).
d. Down syndrome
e. Infeksi saluran napas pernapasan di keluarga
f. Ras kulit putih
g. Menderita infeksi pertama pada usia muda.

Cara Mengobatinya?
a. Terapi Pokok
Terapi otitis media akut meliputi pemberian antibiotika oral dan tetes, bila disertai pengeluaran sekret. Lama terapi adalah 5 hari bagi pasien risiko rendah (yaitu usia > 2 tahun serta tidak memiliki riwayat otitis ulangan ataupun otitis kronik) dan 10 hari bagi pasien risiko tinggi.
Antibiotika yang digunakan dibagi menjadi dua pilihan yaitu lini pertama dan kedua. Antibiotika pada lini kedua diindikasikan bila:
1. Antibiotika pilihan pertama gagal
2. Riwayat respon yang kurang terhadap antibiotika pilihan pertama
3. Hipersensitivitas
4. Organisme resisten terhadap antibiotika pilihan pertama yang dibuktikan dengan tes sensitifitas
5. Adanya penyakit penyerta yang mengharuskan pemilihan antibiotika pilihan kedua.
Untuk pasien dengan sekret telinga (otorrhea), maka disarankan untuk menambahkan terapi tetes telinga Ciprofloxacin atau Ofloxacin.
Pilihan terapi untuk otitis media akut yang persisten yaitu otitis yang menetap 6 hari setelah menggunakan antibiotika, adalah memulai kembali antibiotika dengan memilih antibiotika yang berbeda dengan terapi pertama. Profilaksis bagi pasien dengan riwayat otitis media ulangan menggunakan amoksisilin 20 mg/kg satu kali sehari selama 2-6 bulan berhasil mengurangi insiden otitis media sebesar 40-50 %.


b. Terapi Penunjang
Terapi penunjang dengan analgesik dan antipiretik memberikan kenyamanan khususnya pada anak. Terapi penunjang lain dengan menggunakan dekongestan, antihistamin, dan kortikosteroid pada otitis media akut tidak direkomendasikan, mengingat tidak memberikan keuntungan namun justru meningkatkan risiko efek samping.
Dekongestan dan antihistamin hanya direkomendasikan bila ada peran alergi yang dapat berakibat kongesti pada saluran napas atas. Sedangkan kortikosteroid oral mampu mengurangi efusi pada otitis media kronik lebih baik daripada antibiotik tunggal. Penggunaan Prednisone 2 x 5 mg selama 7 hari bersama-sama antibiotika efektif menghentikan efusi.



Referensi
Dipiro. Joseph T., et all. 2008. Pharmacoteraphy Principle and Practice. The McGraw-Hill Companies, Inc. United States.
Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Infeksi Saluran Napas. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.
Sukandar, Elin Y., dkk. 2008. ISO Farmakoterapi. PT. ISFI. Jakarta.
Posted by Unknown On 03.11 No comments READ FULL POST

Senin, 08 September 2014

Tidak semua yang kelihatannya buruk benar-benar negatif, dan sebaliknya yang kelihatan baik benar-benar positif. Dalam banyak hal dampak positif dan negatif menjadi satu kesatuan. Maka betapa penting untuk mengetahui tentang akibat dari apa yang kita kerjakan, apalagi ini menyangkut kebiasaan, sesuatu yang diulang-ulang. Bukankah kita selalu ingin yang baik-baik dan sebisa mungkin terhindar dari yang buruk?
So, Let's read!

1. Penggunaan Hand Sanitizer (gel pembersih tangan)
Banyak orang memutuskan untuk menggunakan hand sanitizer sebagai pembunuh bakteri. Kebiasaan ini dianggap sama dengan menggunakan air bahkan melebihi, seperti yang sering ditemukan di iklan-iklan. Tetapi, terlalu sering menggunakannya ternyata dapat menyebabkan beberapa dampak buruk, diantaranya bagi kulit yang sensitif menjadi lebih rentan terhadap iritasi, hal ini terjadi pada pemakaian hand sanitizer yang mengandung alkohol dengan kadar tinggi. Selain itu, Menurut Richard Gallo, MD, PhD, kepala divisi Dermatology at the University of California, San Diego, dalam sebuah penelitian terbaru dijelaskan bahwa cairan pembersih atau gel sanitasi mengandung triklosan dapat membuat bakteri menjadi kebal dan berkembang lebih cepat. 

2. Berganti-ganti produk perawatan kulit

Hasil yang tidak instan membuat banyak orang cenderung berpindah dari satu produk ke produk lain, pun berlaku untuk perawatan wajah. Padahal, seperti yang dikemukakan dermatolog Jody Levine, dibutuhkan setidaknya enam hingga delapan minggu untuk melihat hasil dari sebuah produk perawatan. Terlalu sering berganti produk perawatan justru dapat membuat kulit menjadi merah, meradang, dan lebih sensitif terhadap produk lain.

3. Penggunaan High Heels
High heels digunakan untuk menunjang penampilan banyak wanita, tetapi beberapa dampak buruk yang ditemukan bila penggunaannya terlalu sering, diantaranya otot tubuh mengecil, hal ini disebabkan karena high heels mendorong untuk berjalan jinjit. Selain itu, dapat menyebabkan perubahan pada pinggul dan tulang belakang menjadi tidak sejajar, inilah yang menyebabkan tubuh terlihat melengkung. Penggunaan hak tinggi yang sering dengan ketinggian yang berlebih akan mengakibatkan penebalan jaringan saraf pada jari kaki ketiga dan keempat, sehingga menimbulkan rasa nyeri pada jari kemudian memicu tumor jinak. Pada ibu hamil akibat adanya peningkatan hormon relaxin yang dihasilkan dari indung telur maka ketika memaksakan untuk menggunakan sepatu hak tinggi dikhawatirkan akan mengakibatkan sakit punggung. Keseimbangan karena peningkatan berat badan ketika hamil ditakutkan akan mempengaruhi cara jalan sehingga mengakibatkan keseleo.

4. Menggunakan sandal jepit (flip flop)
Tidak hanya penggunaan High heels yang dapat berdampak negatif, penggunaan sandal jepit pun demikian bila terlalu sering. Seperti yang dikemukakan oleh Jordana Szpiro, seorang podiatrist di Boston bahwa "Flip-flop atau sandal yang tidak memberi dukungan pada struktur kaki, dapat menyebabkan patah tulang karena kaki menjadi tegang sebab mencoba menahan berat badan Anda." Selain itu, saat mengenakan sandal jepit, otot-otot pada bagian depan tulang kering (tibialis anterior) bekerja lebih keras daripada ketika kita bertelanjang kaki karena jari-jari kaki mencoba menahan sandal supaya tidak "bergerak" ke mana-mana. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda memilih sandal jepit dengan penutup tumit, bertali besar serta memiliki lengkungan pada telapak kaki (mengikuti kontur telapak kaki).

5. Menggosok Gigi Setelah Makan
Kita tahu bersama bahwa menyikat gigi dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tetapi, menurut Greg Diamond, DDS, seorang periodontist di New York, bila hal ini dilakukan setelah makan, dapat menyebabkan lapisan email gigi rapuh. Ia hanya menyarankan untuk membilas mulut dengan air. Menggosok gigi hanya perlu dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Selain itu, ketika menyikat gigi, pastikan melakukannya dengan gerakan melingkar, bukan atas-bawah atau kanan-kiri. Dengan begitu, bakteri berbahaya yang ada di antara gigi dan gusi dapat hilang lebih banyak dan tidak melukai gusi. 

6. Hanya melakukan kardio ketika berolahraga.
Cara terbaik untuk menurunkan berat badan memang dengan melakukan kardio seperti berlari atau bersepeda. Namun, menurut terapis fisik Josep Ciccone, melakukan hanya olahraga kardio berulang bisa membuat otot tegang hingga terluka. Yang lebih sehat, katanya lagi, adalah dengan menggabungkan beberapa jenis olahraga dalam setiap latihan.


7. Mengkonsumsi suplemen nutrisi. 
Profesor dari Georgia State University Christine Rosenblom mengatakan kebanyakan orang mengkonsumsi beberapa suplemen sekaligus tanpa tahu dengan benar fungsinya. Padahal, suplemen memiliki efek samping yang cukup serius jika dikonsumsi berlebihan. Beberapa efek berbahaya yang tumbuh adalah vitamin A yang bisa mengganggu pertumbuhan janin, vitamin C yang mengakibatkan gangguan pencernaan, dan vitamin B6 yang dapat merusak syaraf.

Jadi, mari lebih bijak dan jangan belebihan dalam melakukan sesuatu. ^_^

Sumber :
http://wolipop.detik.com
http://health.liputan6.com
http://www.cosmopolitan.co.id
http://www.tempo.co.
http://www.iniunik.web.id
http://bidanku.com


Posted by Unknown On 17.24 No comments READ FULL POST

Selasa, 02 September 2014

Seperti yang kita tahu bersama bahwa di dunia ini, Allah menciptakan berbagai macam keseimbangan yang sedemikian rupa untuk memakmurkan kehidupan makhluk-Nya. Hanya saja, dengan berbagai macam ulah tangan manusia pula, kadang justru manusia itu sendiri yang menciptakan kerugian bagi lingkungan, terlebih bagi diri sendiri.

Contoh paling sederhana adalah memulai dan mengistiqomahkan kebiasaan buruk yang berakibat fatal bagi kesehatan. Melalui konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, olahraga yang tidak teratur (mungkin jarang bergerak), mudah stress, dll dapat menjadi pintu gerbang masuknya berbagai macam penyakit. Hal ini bisa diakbibatkan oleh ketidakseimbangan asam dan basa di dalam tubuh.

Hubungan antara asam dan basa secara sains diukur dalam skala 1 sampai 14, dikenal dengan “pH". Pada skala tersebut, 7 adalah netral, di bawah 7 adalah asam, dan di atasnya adalah basa. Secara teknis, pH merefleksikan konsentrasi ion hidrogen (molekul bermuatan positif).

Keadaan seimbang antara asam dan basa tubuh diperlukan agar bagian-bagian tubuh dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, dengan kebutuhan akan pH yang berbeda-beda. Misalnya, darah dan jaringan harus agak basa, bagian usus besar harus sedikit asam, dsb.

Meskipun tubuh manusia pada dasarnya akan mempertahankan kondisinya agar tetap berada dalam keadaan seimbang, namun ada konsekuensi yang harus kita bayar atas kerusakan yang sudah kita buat tersebut. Pada tahap awal ketidakseimbangan gejala yang timbul tidak terlalu intens seperti ruam kulit, kelelahan, sakit kepala, alergi, daya tahan tubuh lemah, demam dan flu atau masalah sinus. Saat keadaan makin parah, kondisi yang lebih serius muncul. Organ dan sistem melemah, disfungsi kelenjar tiroid, adrenalin, hati dan sebagainya, pertanda bahwa memang tubuh melewati ambang batas tolerirnya.

Hal ini terjadi karena demi mengatur keseimbangan tersebut, darah akan menarik mineral basa, seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium dari jaringan kita sebagai kompensasi. Saat mineral-mineral ini bereaksi dengan asam, akan menghasilkan substansi yang tidak terlalu menggangu, yang kemudian akan dibuang oleh tubuh.

Tubuh yang sehat akan menjaga cadangan suplai mineral-mineral tersebut untuk keperluan darurat. Namun bila tidak tersedia dalam jumlah cukup, maka mineral-mineral ini akan diambil dari tempat lain seperti tulang, otot, dll.

Jika kelebihan asam menjadi terlalu besar untuk diseimbangkan oleh darah, kelebihan asam tersebut akan dibuang ke dalam jaringan untuk disimpan. Kemudian, sistem limfatik (imunitas) harus menetralkannya dan membuang sisanya. Namun, membuang asam dari jaringan ternyata berarti membuangnya kembali ke dalam darah, menghasilkan sebuah siklus yang justru akan menarik lebih banyak mineral-mineral basa dari fungsi normalnya, dan membebani hati dan ginjal. Lebih jauh lagi, jika sistem limfa kelebihan beban atau tidak befungsi dengan sempurna, maka asam akan menumpuk dalam berbagai sistem organ seperti jantung, pankreas, hati, dan usus besar, atau disimpan dalam jaringan lemak, termasuk dada, pinggul, paha, perut, dan otak.
Sakit yang akut atau berulang adalah hasil dari usaha tubuh memobilisasi cadangan mineral untuk mencegah kerusakan sel.

Lebih parahnya lagi, bahwa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang awalnya berada dalam tubuh dalam jumlah yang sewajarnya (flora normal) bisa jadi berkembang dengan pesat dan menyebabkan berbagai kerusakan. Hal ini karena makhluk-makhluk ini gemar pada kondisi tingkat oksigen yang redah yang disebabkan oleh keasaman.

So, solusi untuk mencegah semua masalah kesehatan ini adalah dengan menyeimbangkan pH darah dan jaringan melalui suplei nutrisi yang benar, pola makan makan dan olahraga yang teratur, serta spiritual yang baik.

Mencegah lebih baik daripada mengobati! ^_^

Sumber : buku "The pH Miracle" by Robert O.Young
Posted by Unknown On 16.00 No comments READ FULL POST

Rabu, 28 Mei 2014

Setelah Google sukses dengan pengembangan software google playstore untuk platform android, kini google juga mengembangkan software yang serupa dengan platform web browser. Software ini dinamakan Chrome Webstore.

Chrome Webstore mirip dengan Google Playstore yang ada di android. Tersedia ratusan aplikasi dan permainan yang dapat kamu unduh dan gunakan.


Tampilan Chrome Webstore

Penasaran gimana rasanya pake Chrome Webstore...??!! Hayu atuh, let’s cekidot...!!!

Step 1


Karena Chrome Webstore hanya dapat digunakan dengan Google Chrome, maka harus install dulu Google Chromenya. Kalo kamu sudah install Google Chrome, lewati Step 1.
Link download Google Chrome [Offline Installer]

Step 2
Jalankan Google Chrome lalu sign in menggunakan akun gmail kamu.
Seperti biasa, input email dan password akun gmail kamu


Step 3
Setelah Sign in, buka Link ini https://chrome.google.com/webstore menggunakan Google Chrome. 



Step 4
Sekarang saatnya "berburu" aplikasi atau game yang kamu mau. Misal, kita mau pasang game Cut The Rope..
* Cari Game Cut The Rope, klik gambarnya.


*Klik tombol +FREE.

*Klik tombol Add.

*Tunggu proses pemasangan gamenya. Jika berhasil, maka akan muncul Icon Chrome App Launcher di taskbar dan juga muncul icon game Cut The Rope di dalam Chrome App Launcher.
Chrome App Launcher berisi semua aplikasi dan game yang sudah kamu install.

* Finally... Kita bisa maen game Cut The Rope menggunakan Google Chrome deh.


*** Catatan Penting
1. Aplikasi dan game yang tersedia bervariasi. Ada yang membutuhkan koneksi internet [online] untuk menggunakannya dan ada juga yang bersifat offline. [Bisa dilihat di deskripsi setiap aplikasi / gamenya]
2. Beberapa aplikasi dan game membutuhkan konsumsi RAM dan proses CPU yang lumayan tinggi. Jadi saran saya lebih baik tutup dulu semua aplikasi yang tidak dibutuhkan sebelum menjalankan chrome app launcher.
3. Chrome App Launcher merupakan satu kesatuan dengan Google Chrome. Jadi kalo Google Chrome dihapus, maka Chrome App Launcher akan ikut terhapus.


Demikian share dari admin, semoga bermanfaat...!!! 


Oleh Indra Irawan



Posted by Unknown On 23.46 No comments READ FULL POST

Minggu, 25 Mei 2014

Asam urat atau Gout adalah penyakit yang diakibatkan pengendapan asam urat di persendian. Pengendapan ini dapat terjadi karena terlalu tingginya kadar asam urat yang menumpuk di situ dan terlalu sedikit yang terbuang melalui air kencing. Pengendapan asam urat ini membentuk kristal-kristal kecil yang menempel pada persendian-persendian sehingga menimbulkan pembengkakan pada sekitar persendian seperti tumit, jari-jari dan lutut, yang membuat nyeri dan sangat sakit. Kristal-kristal asam ini merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Purin terdapat pada tubuh kita secara normal dan pada makanan yang kita makan.

Setiap orang mempunyai kandungan asam urat pada tubuhnya, karena asam ini merupakan hasil dari metabolisme normal. Akan tetapi kadarnya harus dijaga dan tidak boleh sampai kelebihan. Normalnya kadar asam urat dalam darah pada pria 7 mg/100 ml darah dan wanita 6,3 mg/100 ml darah.

Tubuh kita hanya memerlukan sekitar 15% tambahan purin dari apa yang kita makan dan minum, sedangkan kekurangannya tubuh bisa menyediakan sendiri. Tapi kalau kita terlalu banayak makan makanan yang mengandung purin, namun pembuangan asam urat kurang banyak, maka kadar asam urat akan melebihi kadar normal sampai di atas 7 mg/100 ml darah. Purin akan menumpuk di persendian, dan akan mengakibatkan gejala-gejala sakit asam urat.
           
Tanda-tanda terjangkit asam urat antara lain kesemutan dan linu, nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur dan sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi. Ciri khas ngilu asam urat terutama pada sendi ibu jari kaki. Selain ciri-ciri nyeri sendi ini, asam urat bisa diketahui lebih pasti dengan tes laboratorium.

A. Makanan bagi penderita Asam Urat
Bagi penderita asam urat, yang paling penting adalah mengatur pola makan. Yaitu dengan menghindari makanan yang memicu meningkatnya asam urat tubuh, dan memakan makanan yang aman bagi penderita asam urat, serta mengkonsumsi herbal tradisional yang telah di kenal mengurangi sakit asam urat.

B. Jenis makanan yang sebaiknya di hindari
Makanan yang harus di hindari antara lain :
1. Makanan laut seperti udang, kepiting, remis, lobster, dan tiram, cumi-cumi, tongkol,tengiri.
2. Olahan dari daging seperti abon, dendeng, kaldu ayam.
3. Minum yang mengandung alkohol seperti tape, bir, tuak, pahit, dll.
4. Makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi,dll.
5. Jeroan (daging bagian dalam) seperti usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, ginjal,dll.
6. Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, alpokat, air kelapa muda, emping melinjo.

C. Jenis makanan yang boleh dikonsumsi dalam jumlah sedikit (karena mengandung purin dalam jumlah sedang):
1. Tahu dan tempe, ikan, daging kambing, daging sapi.
2. Kacang-kacangan, kol, bayam, kangkung, buncis, daun singkong, tauge, daun pepaya, asparagus, kacang-kacangan, dan jamur.
3. Makanan berlemak seperti santan, margarine, mentega, atau goreng-gorengan. Banyak lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat lewat urin.

D. Jenis makanan yang aman dikonsumsi oleh penderita Asam urat (yang sedikit mengandung purin):
1. Keju, susu, telur
2. Sumber karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti, dan biskuit. Namun karbohidrat sederhana seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena gula ini dapat meningkatkan kadar asam urat.
3. Buah-buahan yang aman dikonsumsi seperti semangka, melon, nanas, belimbing, jambu air. Buah-buahan lain juga boleh dimakan kecuali durian, alpokat dan yang dihindari lainnya.

E. Resep Herbal untuk Asam Urat
Ada banyak pilihan resep herbal untuk penderita asam urat, yang ini diketahui secara tradisional dapat mengurangi gejala sakit asam urat. Di antara resep terapi alami untuk asam urat :
1. Penderita asam urat dianjurkan untuk banyak minum, minimal 2 liter atau 10 gelas sehari, bertujuan membantu pengeluaran asam urat lewat air seni dan mencegah penumpukan asam urat di ginjal atau kandung kemih.
2. Rebus ramuan 200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 1 butir biji pala, 1 ruas ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 10 butir merica, dan gula merah secukupnya dengan 1 liter air hingga tersisa. Airnya diminum selagi hangat dan ubinya dapat dimakan.minum secara teratur 2 kali sehari.
3. Rebus 10 lembar daun salam dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air, kemudian airnya diminum selagi hangat. Minum secara teratur 2 kali sehari.
4. Rebus 1 sendok biji seledri dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Minum sekaligus hangat-hangat. Lakukan 2-3 kali sehari, tergantung pada beratnya penyakit.
5. Cuci bersih 30 gram herba tempuyung segar. Rebus degan 3 gelas air bersih sampai hanya tersisa 1 gelas air. Minum setelah dingin.
6. Belah 1 buah pare mentah segar, buang bijinya. Cuci bersih dan potong-potong, lalu rebus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu saring. Minum sekaligus, satu kali sehari.
7. Seduh 1 sendok madu dan 2 sendok makan cuka apel dengan air hangat 50 cc, diminum selama 1 minggu sebelum dan sesudah tidur.
8. Konsumsi kentang mentah dan apel dengan dibuat jus.
9. Konsumsi buah sirsak, dibuat jus atau dimakan langsung.
10. Rebus 10 gram sambiloto kering, 10 gram rimpang temulawak kering, 5-10 gram komfrey, 1 gram buah lada. Dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Minum 3 kali 1 gelas setiap hari, 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
11. Ramuan 30-50 gram akar sidaguri. Akar sidaguri itu dipotong-potong, lalu dicuci bersih. Setelah itu direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Akar dan air rebusan disimpan dalam gelas tertutup selama satu mala, minum pada pagi harinya. Akar direbus kembali, airnya diminum pada sore hari.


Oleh : Salma Muzahidah Nur Fatimah

Posted by Unknown On 18.09 No comments READ FULL POST

Kamis, 22 Mei 2014

Jadwal padat, hujan terus menerus, malas untuk keluar, ditambah perut lapar sering kita alami. Pada kondisi seperti itu biasanya orang memilih makanan cepat saji. Salah satu yang biasa dipilih oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah mengonsumsi mi instan. Praktis,enak, dan terjangkau harganya, menjadikan mi instan sebagai salah satu primadona dalam menu ibu-ibu. Volume produksinya di sini yamg mencapai 14,5 milyar bungkus pertahun (Food Bussiness Review, 2012) menjadikan Indonesia sebagai produsen mi instan terbesar kedua setelah Cina.


Mi instan, memang populer. Ditambah dengan keanekaragaman bumbu masakan daerah yang tersaji dalam tiap bungkus, menjadi mi instan seakan menjadi pelepas dahaga bagi pecinta kuliner. Namun, dibalik itu semua tersimpan keraguan akan pengaruh mengonsumsi mi instan bagi kesehatan tubuh. Mi instan dicurigai mengandung sejumlah zat berbahaya, pemicu obesitas, tekanan darah tinggi dan kenaikan berat badan. Dalam tulisan ini saya akan mengulas sedikit tentang mi instan ini.

Setiap bungkus mi instan umumnya terdiri dari mi kering, bumbu instan, dan minyak. Mi kering terbuat dari tepung terigu sebagai bahan utamanya. Kemudian ditambahkan dengan bahan-bahan lain seperti air, garam, minyak, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), Tartrazin CI 1940 (pewarna), Asam Sitrat (pengatur keasaman), TBHQ (antioksidan), MSG atau Monosodium Glutamat (penguat rasa dan aroma), Natrium Benzoat (pengawet), dan bahan tambahan lainnya.

Sedangkan untuk bumbunya terdiri dari gula, garam, MSG, pewarna, perisa, anti kempal, dan bahan tambahan lainnya. Proses pembuatan mi kering terbagi menjadi 6 tahap, yaitu mixing (pencampuran), rolling press atau pengepresan adonan (didalamnya termasuk proses pengeritingan mi), streaming (pengukusan), frying (penggorengan), cooling (pendinginan), packing (pengemasan), termasuk di dalamnya terdapat pemberian bumbu dan minyak). Sedangkan bumbu kering proses pembuatannya hanya 2 tahap saja, yaitu mixing (pencampuran) dan packing (pengemasan). Untuk minyak prosesnya dibagi menjadi 4 tahap, yaitu mixing (pencampuran bahan-bahan), pemasakan, cooling (pendinginan), dan packing (pengemasan).

Gurih dan sedapnya mi instan memang selalu menggoda. Karena faktor kebiasaan, menu ini bahkan selalu tersedia untuk berjaga-jaga jika kekurangan bahan makanan. Dalam mengolah dan mengonsumsi mi instan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. PERHATIKAN KEMASAN MI
   Perhatikan tanggal kadaluarsami. Pilih kemasan yang kuat dan tidak bocor. Bila memungkinkan, remuk sedikit untuk mengecek kerenyahan mi keringnya.

2. CEK KONDISI FISIK KOMPONEN-KOMPONEN MI INSTAN
    Mi kering : perhatikan kerenyahan mi (mi yang melempem sebaiknya jangan dikonsumsi),cium bau mi (mi yang bau tengik jangan dikonsumsi), perhatikan juga ada tidaknya benda asing yang menempel pada mi.
   Bumbu : jangan dikonsumsi bumbu yang sudah menggumpal meskipun dalam kemasan luar mi belum kadaluarsa.
     Minyak : perhatikan bau minyak. Minyak yang sudah tengik jangan digunakan.

3. AGAR MI TERSAJI LEZAT, PATUHI CARA MEMASAK YANG TERTERA DALAM KEMASAN MIE
   Terjadi perdebatan tentang air rebusan mi, perlukah turut dikonsumsi. Jika dibuang maka vitamin-vitamin yang terkandung didalamnya juga ikut berkurang. Apabila dikinsumsi, maka zat aditif (zat tambahan juga akan ikut masuk kedalam tubuh. Namun lebih baik jika air rebusan mi dibuang untuk mengurangi zat aditif dari mi kering. Adapun untuk vitamin-vitamin yang ikut terbuang bisa kita cari dari bahan-bahan lain.

4. KURANGI PENGGUNAAN BUMBU YANG TERDAPAT DALAM MI INSTAN
   Sebagian besar kandungan bumbu adalah zat aditif. Sehingga untuk mengurangi dampak negatif dari zat tersebut sebaiknya penggunaanya hanya sebagian saja.

5. TAMBAHKAN TELUR, DAGING, ATAU SAYURAN
    Penambahan telur, daging dan sayuran bisa menambah nutrisi dan menjadikan mi lebih enak.

Mengonsumsi mi instan memang menghemat waktu dan tenaga. Cukup 5 menit maka mi siap disantap. Sebaiknya mengonsumsi dilakukan per bungkus dalam interval minimal 1 minggu. Meskipun zat aditif dalam mi telah sesuai standar yang ditetapkan oleh BPOM. Namun jika dikonsumsi terus-menerus bisa membahayakan tubuh.


Oleh Salma Ummu Fathimah
Posted by Unknown On 16.48 No comments READ FULL POST

Sabtu, 17 Mei 2014

Bismillah,
Assalamualaikum wr.wb.,

Begitu senang ya dapat kembali menyapa para reader setia di blog Laskar26 ini J, gimana nih masih tetap semangat??? Alhamdulillah antum begitu bersemangat sekali menjawabnya heu ^_^

Para reader, menurut hemat penulis, IT ini adalah bidang ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa saja secara otodidak, atau dengan kata lain asalkan kita punya fasilitas dan hobi ngulik-ngulik, maka seorang yang backgroundnya non IT pun bisa menguasai atau memahami teknologi. Bukti-bukti otentik tentang hal ini telah penulis temui juga di dunia kerja. Lha kok kuliah jurusan Fisika bisa juga coding dan membuat software? Eh Jurusan pertanian kok ngerti tentang database ya? Ajib euy !! nah kan? J

Reader setia, itu diatas cuma pengantar saja sih, sekarang mari kita kembali lagi ke?? Pembahasan tentang judul diatas J.


Baik, para reader yang budiman, sepertinya sudah tak asing lagi ya kalau-kalau mendengar kata atau istilah database. Nah sebetulnya apa sih database, bentuk atau penampakannya kaya gimana ya? Mari kita telusuri kalimat demi kalimat pada tulisan ini, mudah-mudahan ulasannya bisa memberi gambaran dan penerangan yang bisa mengupas jelas tentang database.  

Definisi :
Pengertian sederhana tentang database atau basis data (dalam bahasa indonesia) adalah tempat penyimpanan data secara digital pada komputer, atau kata lainnya penyimpanan data secara paperless. Jadi sahabat tidak perlu lagi menghambur-hamburkan kertas untuk menyimpan semua arsip data yang sahabat punya.

Mungkin kita pernah juga mendengar kata-kata : database mahasiswa, database alumni SSG, database penduduk Indonesia dan masih banyak lagi yang lainnya.

Boleh jadi, mungkin yang pertama kita ketahui tentang software yang bisa difungsikan sebagai database adalah Microsoft excel. Kita bisa menyimpan data disoftware ini sampai dengan 1.048.576 baris data dan kolomnya sampai abjad XFD (ms. excel versi 2010).

Namun sebetulnya ada software-software khusus yang memang tujuan utamanya difungsikan sebagai database diantaranya : MySQL, Oracle, MariaDb, SQL Server, Big Table, PostgreSQL, makhluk macam apa ini ya? J dan juga masih banyak lagi yang lainnya.

Perumpamaan tentang penampakan database ini adalah seperti sebuah ruangan yang didalamnya terdapat banyak barisan susunan lemari yang masing-masing berbeda fungsi dan tujuannya (misal : lemari baju, lemari buku, lemari sepatu dll), dan dari masing-masing lemari, setiap lacinya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda yang memiliki kesamaan jenis (misal laci untuk kaos, laci untuk kemeja, untuk celana dll), sehingga penyimpanan barangpun akan teratur dan sesuai dengan jenisnya masing-masing.

Sahabat pembaca, penerangan diatas sudah cukup jelaskah belum ya? Nah mungkin dengan gambar dibawah ini mudah-mudahan bisa membantu memvisualisasikan penjelasan diatas J



Dalam istilah para penggiat IT :
  • Lemari diatas biasa dipanggil dengan table/objek
  • Laci dipanggil sebagai field
  •  Isi dari lemari itu dipanggil sebagai record.

Nah kalau pengertian untuk tingkat lanjutnya, jadi database ini merupakan kumpulan dari beberapa table/objek yang memiliki relasi/hubungan satu sama lainnya.

Misal seperti ini :
Database Akademik, memiliki table/objek seperti :
1. Table Mahasiswa
Memiliki Field :
a.       NIM
b.      Nama
c.       Alamat
d.      Tahun Masuk, dll

2. Table Dosen
Memiliki Field :
a.       NIP
b.      Nama
c.       Alamat
d.      Gelar, dll
  
3. Table Mata kuliah
Memiliki Field :
a.       Kode mata kuliah
b.      Nama mata kuliah
c.       SKS, dll

4. Table Ruang Kelas
Memiliki Field :
a.       Kode Kelas
b.      Kapasitas ruangan, dll

Dan table-table yang dimiliki oleh database Akademik diatas mereka saling berelasi, atau saling memiliki hubungan.

Berikut contoh kasus lainnya : 



Nilai tambah atau manfaat Penggunaan Database :
Dengan penggunaan database maka akan memberikan kita kemudahan dalam :
  • Pengelolaan data (edit, hapus, tambah data)
  • Pencarian data
  • Melindungi data dari kerusakan fisik
  • Integrasi dengan teknologi saat ini (dapat diintegrasikan dengan, misal teknologi mobile, web, desktop, pemetaan dll)

Para reader sekalian, manfaat database boleh jadi tidak akan terasa jika data yang kita simpan tidak terlalu banyak, namun akan begitu terasa manfaatnya jika data yang kita miliki itu adalah kisaran ratusan, ribuan atau sampai jutaan data J.

Di era sekarang ini penggunaan database sudah semestinya diimplementasikan oleh Organisasi atau Perusahaan guna mensupport kegatan operasional, kontroling dan juga menunjang dalam pengambilan keputusan.

Contohnya : misal didalam sebuah lembaga keuangan, maka sudah barang wajib untuk menyimpan rapi setiap kegiatan transaksi yang dilakukan baik tahunan, bulanan, harian, jam atau menit. Nah bakal kebayang tuhkan sebanyak apa datanya? J

Penggunaan database disini akan meminimalisir kesulitan dalam pengelolaan data-datanya. Misal seseorang sebagai staf keuangan mau yang bikin laporan grafik laju keuangan perusahaan dari mulai tahun berdiri perusahaan th 2000 sampai sekarang 2014. Apakah harus pergi ke gudang untuk cari lagi arsip-arsip yang diperlukan? Atau cari-cari file di flashdisk atau di hardisk atau juga di google he ^_^ ?

Bisa-bisa ganti profesi dulu jadi batman karena harus begadang berhari-hari banting tulang, dan banting meja untuk bikin laporannya J

Pengelolaan data pada database dapat kita lakukan dengan perintah-perintah tertentu yang disebut dengan query.  Query ini terdiri dari : tambah, hapus, edit dan menampilkan data. Dengan perintah melalui query inilah kita bisa mengambil data yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan.

Kekurangan Penggunaan Database :
Dimana ada kelebihan maka disitu ada pula kekurangan, supaya adil maka penulis akan tulis juga kekurangan dari penggunaan database ini, diantaranya :
  • Memerlukan tenaga ahli
  • Biaya pengadaan mahal (untuk database enterprise tapi ada juga database yang opensource dan free)


Reader yang budiman, kalau diumpamakan sebetulnya kan ini mirip juga dengan hidup kita ya, sadarkah bahwa setiap hari kita juga terkoneksi dengan Database ??? Petugas administrasi selalu ada bersama di kanan dan kiri kita.

Setiap transaksi kebaikan dan keburukan akan dicatat rapi kedalam database masing-masing. Misal dengan field-field : Objek, Subjek, Jenis amal, Waktu, Lokasi wallahu’alam seperti dan sedetail apa pencatatannya, tidak akan terjangkau oleh akal kita.

Sehingga nanti saat hari perhitungan dilakukanlah query terhadap database kita, sehingga akan terlihat detail amalan-amalan yang dilakukan. Wallahu’alam ya para reader.

Nah, untuk ulasan tentang database ini, dicukupkan sekian dulu ya  para reader sekalian, berhubung spacenya juga terbatas, semoga bacaan ini bisa memberi sedikit manfaat dan pencerahan. Jangan lupa kunjungi juga artikel lain diblog laskar26 ini ya J. Wassalam


@asepardiwinardi



Posted by Unknown On 21.48 No comments READ FULL POST

Minggu, 11 Mei 2014

Orang tua kita seringkali menjadi guru terbaik soal kehidupan. Pasalnya, mereka belajar langsung dari pengalaman. Ini itu telah mereka lalui sehingga beberapa saran pun larangannya menjadi benar adanya.
"Kalau lagi hamil jangan asal minum obat, g baik loh nak!" Itu salah satu cuplikan kalimat yang tha't right!

Di dalam ilmu kesehatan ada isitlah yang disebut teratogenik. Mungkin sebagian kita tak asing dengan kata ini, tapi bisa jadi ada yang baru dengar. Dan istilah ini menjadi sangat penting untuk dikaji, mengingat efeknya yang bisa sangat fatal bagi keberlangsungan hidup seorang anak.

Teratogenik (teratogenesis) berasal dari bahasa Yunani yang berarti membuat monster. Dalam istilah medis, teratogenik berarti terjadinya perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan yang menyebabkan kerusakan pada embrio sehingga pembentukan organ-organ berlangsung tidak sempurna (terjadi cacat lahir).

Efek teratogen dapat terjadi pada kondisi kehamilan disebabkan karena sebagian besar obat dapat menembus plasenta. Bila obat menembus plasenta, maka kemungkinan obat menimbulkan efek samping ke janin akan semakin meningkat. Terjadinya efek samping obat (ESO) tergantung dari :
1. Keadaan genetik ibu dan janin. Pada individu tertentu yang membuat sensitivitas terhadap obat meningkat, sehingga terjadinya ESO juga makin mungkin terjadi.
2. Masa konsumsi obat terkait dengan fase perkembangan janin. Tiap fase dalam perkembangan janin akan memberikan ESO yang berbeda seperti pada tabel berikut.



Pada masa kehamilan juga terdapat kondisi-kondisi tertentu pada tubuh sang ibu, diantaranya :

Peningkatan volume cairan tubuh
Volume darah mencapai 50%, curah jantung meningkat 30%. Pada akhir trimester 1 (1-3 bulan) aliran darah ginjal meningkat 50%, sedangkan pada akhir kehamilan aliran darah ke uterus mencapai 600-700 mL/menit.
Peningkatan tersebut terdistribusi 60% di plasenta, janin, dan cairan amniotik (cairan ketuban), dan 40% di jaringan ibu.

Nah, akibat peningkatan volume cairan tubuh ini, maka kadar puncak obat di serum menurun, terutama obat-obat yang terdistribusi di air sehingga efeknya juga dapat menurun. Selain itu, terjadi pengenceran albumin serum, penurunan ikatan obat-albumin sehingga banyak obat yang berada dalam keadaan bebas, mengakibatkan kecepatan metabolisme obat meningkat, pun obat dapat dengan mudah melewati membran plasenta.

Sedangkan akibat aliran darah ke ginjal yang meningkat, menyebabkan eliminasi obat di ginjal juga meningkat, contohnya penisilin, digoksin, dan lithium.

Berikut kategori obat berdasarkan tingkat teratogenitasnya:


Beberapa kasus Patofarmakologi Kehamilan:
1. Warfarin. Dapat menyebabkan hipoplasia hidung (pembentukan tidak sempurna, gangguan tulang), penurunan berat badan, serta keguguran
2. Sulfonamida. Penggunaan pada minggu terakhir kehamilan dapat menyebabkan bayi kuning (ikterus). Bila mencapai otak maka akan terjadi kernikterus (kerusakan otak).
3. Trimetoprim. Dapat menghambat pembentukan asam folat sehingga tidak terbentuk DNA/RNA, menyebabkan teratogenik.
4. Aminoglikosida. Dapat menyebabkan gangguan pendengaran
5. Tetrasiklin. Dapat menyebabkan gangguan pembentukan tulang dan efek kuning pada gigi.
dll.

PRINSIP PEMAKAIAN OBAT DALAM KEHAMILAN
1. Gunakan hanya jika memang ada indikasi mutlak (jika benar-benar diperlukan)!
2. Jika mungkin, hindari terapi pada trimester I!
3. Pilih obat yang aman (obat lama yang telah terbukti keamanannya). Perhatikan sifat obat dan toksisitas pada janin!
4. Gunakan dosis efektif terendah!
5. Terapi obat yang terdiri dari zat tunggal (perhatikan interaksi obat!)
6. Hindari pemakaian obat bebas!
7. Telusuri adakah faktor genetik toksisitas terhadap obat!

Untuk lebih jelasnya, konsultasikan kondisi anda kepada dokter dan petugas kesehatan lainnya!

Oleh: Rifa'atul Mahmuda




Posted by Unknown On 06.42 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube